Perkembangan aspek motorik halus erat kaitannya dengan masalah perkembangan fisik. Ketika otot-otot badan cenderung lebih kuat dan kokoh, maka keterampilan-keterampilan yang menggunakan otot tangan dan kaki sudah mulai berfungsi.
Sedang Perkembangan fisik seperti berjalan, berlari, melompat, menggunting, menempel dan sebagainya membutuhkan keterampilan motorik halus agar otot dan syaraf yang mulai tumbuh dapat berfungsi dengan baik.
Secara umum, perkembangan fisik motorik anak usia dini mencakup motorik kasar (gross motor skills) dan motorik halus (fine motor skills) (Mulyani, 2018). Menurut Zulkifli (Mulyani, 2018) menjelaskan bahwa perkembangan motorik halus adalah gerakan-gerakan tubuh yang dimotori dengan kerjasama antar otot, otak dan saraf.
Ciri-ciri gerakan motorik halus ialah dilakukan dengan tidak sengaja, tidak ditujukan untuk maksud-maksud tertentu. Semakin baiknya gerakan motorik halus anak membuat anak dapat berkreasi, seperti menggunting kertas dengan hasil guntingan yang lurus, menggambar gambar sederhana dan mewarnai, menggunakan klip untuk menyatukan dua lembar kertas, menjahit, menganyam kertas serta menajamkan pensil dengan rautan pensil. Namun, tidak semua anak memiliki kematangan untuk menguasai kemampuan ini pada tahap yang sama (Sujiono, 2014).
0 komentar:
Posting Komentar